Selasa, 14 Oktober 2008

SAHABAT

jangan pernah simpan rindu
sebab ia selalu mengetukngetuk pintu
ujungujung jari yang mengerut
udara dingin mengepulngepul
seperti uapuap cerutu
wajahmu...
memanggil manggil dan berseru!
keinginan untuk bertandang ke rumahmu
secangkir teh hangat
pelukan erat
lalu kita biarkan kata
tak terjerat
melompat
sambil mengingat
saat kita menghapal gramatika dan filosofia
wajah yang indah
kenapa baru saat ini aku mampu menerjemah
pesan, amanat tentang sehabat
wajah yang indah
melihatmu, seperti perapian yang membara
begitu nyaman dan aman


I sit in a dim corner of a waiting room

I sit in a dim corner of a waiting room
can you hear the clock, its sound and the full moon?
tick... tock...tick...tock...tick...tock
mocking laughter
undelivered letter
racist preach
burdensome bliss
seek me
charge me
there is no way out
no way out...hide!
wait! I sit in a dim corner of a waiting room instead!
so you can see my eyes
coz I will face
confrontation, disgust and distrust
here I am, still, all I can hear is tick...tock...tick...tock...tick tock...

by:Ida Ayu Utami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar