Senin, 27 Oktober 2008

TAMSIL TUBUH TERBELAH

TAMSIL TUBUH TERBELAH

Langit tanpa bulan
di perempatan jantung kota republik bla bla bla
seorang lelaki separuh baya
matanya nanar membara menatap angkasa
Rambut kusut, kumal bajunya
Ia tak bernama,
jawatan sosial hanya mencatat nomor registrasi
agar proyek rehabilitasi serta subsidi
menggelinding lancar ke dalam laci

Setiap ditanya; “nama?”
Ia senantiasa menggeleng tanpa tenaga

“Pablo!”
A, siapa pertama yang memanggil itu
Lantas orang-orang seantero kota pun memanggilnya;
“Pablo! Pablo! Blo! Pab! Blo!”

Tawa renyahnya selalu terdengar
saat senja beranjak pulang
kelam membayang, malam pun datang
Pablo sempoyongan
Tangannya menggenggam anggur murahan

Pablo selalu riang, senyumnya mengembang
Kadang sambil melenggang, mulutnya nyerocos, omong apa saja
Kadang sambil berdendang cha-cha-cha
suaranya menggema, tanpa batas tembus angkasa

Ia sendirian tapi tak kesepian
temannya bintang-bintang dan anjing kudisan
Pablo sering mengadu dan beritahu diri sendiri
apa yang kan terjadi
Orang-orang menanggapnya seperti komedi yang tak pernah basi
Ia bukan aktor karbitan
tapi ada juga yang bilang
“ia hilang ingatan”
Ach, peduli setan
Pablo selalu keluyuran membelah dingin malam
Ada alam raya membayang dibalik otak kecilnya
“Fantastis..!”
Bagai ada sinyal lampu yang selalu “on”
menyala dan bergetar
Pabila ada gelombang isyarat dari masa lalu
atau pancaran gelombang peristiwa dari masa depan
Kupingnya selalu mendengar
dengung lebah serta upacara orang Indian
memanggil hujan di musim kemarau
Matanya selalu menangkap frekuensi yang sarat
dengan simbol-simbol yang mesti dipecahkan

Pablo sempoyongan menembus sunyi malam
Memasuki ruang yang membuka-menutup

Diantara lalu lalang, ia melihat banyak orang
berjalan tanpa kepala, tanpa tujuan
Diantara etalase-etalase kaca toko barang antik
ia melihat dirinya seperti guci keramik yang retak
Pablo tak peduli, semua bisa saja terjadi

(Sirine ambulance menggerung gerung
memecah sunyi malam
Lampu mercury memancar muram)

Pablo gentayangan dengan perut keroncongan
Pablo gemetar menahan dingin malam
Wajahnya pucat pasi, Mulutnya kelu
Kaki dan tangannya kaku

Pagi itu, di bangsal gawat darurat
sebuah rumah sakit utara kota
ada sesosok tubuh tak bernyawa dan tak bernama
Tak ada sanak famili yang mengaku keluarga
Sulit diidentifikasi karena tak ada jati-diri

Sore, tubuh itu langsung diotopsi
dikerat dan disayat di ruang operasi
Bersama malaikat, ia saksikan dokter ahli mengambil hati
serta organ tubuhnya yang masih berfungsi
lantas dimasukkan ke dalam stoples kaca
Sedang anggota tubuh lainnya
dibelah jadi beberapa bagian
oleh mahasiswa-mahasiswi kedokteran Universitas Negeri
dengan pisau babi, masuk kantung mayat
dan jadi komoditi yang lain lagi

Malam,
di langit tanpa bulan, tak cuma ada bintang
tapi ada roh serta malaikat yang beterbangan

Dan di bumi,
tercium aroma kematian orang-orang
bau aroma kamboja dan asap dupa melayang
mengantar mereka di perabukan

Berlin, Juni 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar