Rabu, 26 November 2008

Laskar pelangi

Diawali saat SD Muhammadiyah, sekolah kampung di Belitong dengan fasilitas yang sangat terbatas bahkan minus, membuka pendaftaran untuk murid baru kelas satu. Hingga saat2 terakhir pendaftaran hanya 9 orang anak yang mendaftar dan siap masuk kelas di hari pertama. Padahal sekolah reot ini sudah diancam untuk membubarkan diri jika murid barunya kurang dari 10 orang.

Di kalangan bawah, menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada beban biaya yang harus ditanggung selama bertahun2. Dan tertutupnya kesempatan untuk mempekerjakan si anak secara penuh waktu demi membantu mengurangi beban hidup yang semakin berat.

Jika tak ada Harun, seorang anak berusia 15 tahun dengan keterbelakangan mental, yang disekolahkan oleh ibunya agar tidak cuma mengejar anak ayam di rumah, tentu tidak pernah terjadi kisah ini. Ikal tidak akan pernah bertemu, berteman satu kelas dengan Lintang, Mahar, Syahdan, A Kiong, Kucai, Borek alias Samson, Sahara, Trapani, dan Harun. Tidak akan pernah bertemu Bu Muslimah, guru penuh kasih namun penuh komitmen untuk mencerdaskan anak didiknya. Dan tidak akan pernah ada Laskar Pelangi, yang di musim hujan selalu melakukan ritual melihat pelangi sore hari dengan bertengger di dahan2 pohon filicium yang ada di depan kelas mereka.

Perjalanan Laskar Pelangi
bukukita.com

gue manis

Buah semangka
buah manggis
Nggak nyangka
gue manis

semangka

Buah semangka
buah duren
Nggak nyangka
gue keren
heee

Buah kedondong

Buah kedondong
Buah durian
Dulu bencong
sekarang tetepp
be.......

Jambu merah

Jambu merah
ada di dinding
Jangan marah dong
just kidding

Senin, 24 November 2008

Pusi tak ada judul

Renungan............
sepanjang timur dan barat
Ratapan.........
semilir menembus ke atap langit
Kicauan........
mencoba memberi arti
Langit..........langit.........
putramu bertambah umur
tapi dia bersedih
airmata mengalir sederas Niagara
tersisa anak2 bertelanjang dada tak bisa membaca
ribuan bunda meregangkan nyawa kekasihnya
cinta telah tersudut di lorong2 dunia
Langit........langit........
putramu ingin melawan kodrat
memberi setiap jiwa
setetes bahagia
yg bukan harapan lagi
yang tidak hanya janji
mencari kepastian
walau dia tahu itu tak mungkin
Langit......langit..........
Putramu menemukan seorang bidadari
yang kepadanya semua cinta tercurah
dan putramu memberinya sayap
sayap harapan dan semangat
agar bidadari menemaninya berjuang
Langit.......langit.........
hembuskan pesan pada semesta
permohonan maaf putramu
atas ketidakmampuan
atas ketidaktahuan
atas kebingungan
atas semua yang belum bisa dia lakukan

Terkurung Sunyi

Terkurung Sunyi dalam lirih suara hati
sekilas terbayang wajah rupawan di ujung sana
Teringat akan Cinta yang pernah kau beri
Namun kita berpisah direngkuh oleh jarak


Hati ku tak berdaya
Oleh apa yang terjadi
Sanggupkah aku bertahan disini


Dimana kah kau ada, Rinduku ku tak kan pernah sirna
Kekasih ingatkah ku disini
Tertusuk oleh perih, Mencari tak pernah kudapat
Namun ku kan selalu Merindu..........


Letih Tertambat, Menggeliat di resah ku
Hadir mu bagaikan sebuah keajaiban yang tak mungkin........

Minggu, 16 November 2008

Persahabatan

"Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan."


"Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan."

Persahabatan

"Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan."


"Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan."

WAKTU

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.

Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

Rabu, 12 November 2008

Cinta :)

Ketika cinta bersemi lagi
biar kita jahu hati kita tepat satu adanya
wahai cinta janganlah engakau pergi lagi
dekaplah aku,Cinta
ooh cinta
Cinta dan kasih sayang yang tulus
Cinta tidak dapat di ungkapkan
Cinta hanya bisa dirasakan
Terimah kasih cinta

Cintaku Jauh Di Pulau

Cintaku Jauh Di Pulau

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"

Amboi ! Jalan sudah bertahun ku tempuh !
Perahu yang bersama 'kan merapuh !
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku ?!

Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.

( 1946 - dipetik secara bebas oleh Imnogman )