Mereka mengaku
Mereka mengaku sebagai anak-anak-Mu
Tapi mereka tidak mengenal-Mu
Mereka mengaku sebagai ahliwaris-Mu
Tapi mereka tidak berpegang pada firman-Mu
Mereka mengaku darahnya adalah bagian dari darah-Mu
Tapi mereka lebih mengutamakan duniawi
Mereka mengaku sebagai ummat-Mu
Tapi mereka hidup dalam belenggu dosa
Mereka mengaku Engkaulah maha pemurah dan pengampun
Tapi mereka gemar menyeru fitnah, perang dengan sesamanya
dan berseteru
Mereka mengaku engkau sebagai Bapa
Tapi mereka tidak mencari-Mu
Mereka mengaku sebagai anak-anak-Mu
Tapi mereka tidak patuh terhadap perkataan-Mu
Mereka mengaku engkaulah sebagai Allah
Tapi mereka berimam pada selain-Mu
Mereka mengaku Engkaulah kota ilmu itu
Tapi mereka enggan untuk mengaku
Mereka mengaku Allah
Tapi mereka percaya atas dirinya sendiri
Mereka mengaku mencintai-Mu
Tapai mereka tidak peduli dengan sekitarnya
Mereka mengaku Engkau rela berkorban untuk dirinya
untuk menebus dosa-dosanya
Tapi mereka tidak pernah mau berkorban sedikit pun
Mereka mengaku hatinya adalah bagian dari hati-Mu
Tapi mereka tidak berduka atas duka-Mu
Mereka mengaku mencintai-Mu,
Tapi kesenanggan duniawi lebih penting bagi mereka
Ketimbang hidup dalam kekudusan-Mu
Mereka mengaku sabda-Mu adalah wahyu
Tapi katanya ada yang tidak perlu
Mereka mengaku Engkau mengajarkan iman adalah perbuatan nyata
Bagi mereka, semuanya cukup hanya dengan bicara
Mereka mengaku merindukan bertemu dengan-Mu
Tapi mereka tidak malu akan perbuatannya kalau seperti itu
Mereka mengaku, mengaku dan mengaku
Tetapi pada akhirnya mereka tidak tahu
Apa yang telah mereka perbuat ?
Ampuni kami ya Allah, maafkan kami ya Allah
Manusia yang penuh dengan dosa
Tapi kami yakin Engkau maha pengampun dan maha penyanyang
Inferioritas Budaya Konsumen
14 tahun yang lalu








Tidak ada komentar:
Posting Komentar