Senin, 27 Oktober 2008

Di dekat kaki Tuhanku

Di dekat kaki Tuhanku

kutinggalkan malamku untuk berjaga menemanimu
selagi semua orang memilih untuk lari menyisakanmu
sendiri
sehingga kau berkubang dalam sepi
dalam peluh dan darahmu sendiri

sementara pasak dan paku sedang diasah
dan tiang-tiang dipancangkan
biarkan aku sebentar menjagamu
menghiburmu

rantai sudah dijalin dan cambuk tengah dirapikan
untuk menyambutmu di hari esok yang terakhir

dan nyaliku hanya meninggalkan kecut
membuatku segera menyingkir
untuk lari tanpa menunggu fajar menyingsing
maupun ayam berkokok tiga kali

0 komentar:

Poskan Komentar