
Sekawan embun berarak mesra
riak berkinja mendendang manja
senyum teratai di ujung desa
marak cinta di unggun cita
mengunting utas rantai mutiara
penuh hasrat merangkum jiwa
Dalam hati terasa girang
di akhir malam tunas mengambang
kadang terasa bimbang
dua jembatan terentang
cita bertunjang...
cinta berkembang...
Gelisah mengintai selalu
kadang bermain duka pilu
tiada jawaban meraba kalbu
siang penuh sinar mentari
dan malam dingin berdekap embun
carilah naungan di pohon rimbun
Benarkah cinta perosak jiwa?
atau ia penambah cita?
Sudah terucap dua mutiara
cita dan cinta
lebih berarti pada segala
karena keduanya sama-sama mulia
untuk manusia, kedamaian maya, dan kedamaian yang abadi.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar